Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018
Diujung luka Kau arunika yang mempesona Merampas mimpi dari seorang anak manusia Dan Menghempaskanya kedalam dunia fana yang penuh derita Kau rajut kata dengan nirmala Kau tuang dalam benjana candala Kaulukis  dengan tinta candramawa lalu kau suguhkan dengan sembah Dan kini tinggallah aku dengan memoribilia renjana dengan seorang wanita yang hanya menyisakan luka Tumpah serapah yang tertuang Dalam riak yang gelombang Bergumam, terbenam, dan lenyap dalam kesemuan Kutapaki mimpi dengan berjalan tertatih sebap bekas luka yang telah kau beri Dan Berharap disana nanti Diujung luka yang perih Kita berjumpa lagi

Sajakrindu

                           "V" Kata-kata yang kugores dalam secarik kertas tak mampu untuk mengambarkan dirimu Sebap Kau adalah diksi yang paling harmoni Sedangkan ini hanyalah sajak tentang rinduku yang memuncak Danrindu bukan hanya tentang sebuah jarak tapi juga hati yang masih menanti Menunggu tanpa rasa jenuh Meratap dengan penuh harap Gelisah tanpa amarah Dalam sepi yang mengerayangi Membawakanku kembali dalam Tragedi rindu karna jarak dan waktu Ah.. sudalah malam sudah larut tak perlu  lagi ada puisi, tak perlu ada lagi diksi Cukuplah rindu ini ‌ ‌-kucingkumal ‌